Menu

Kukar Gagas Ekonomi Hijau Lewat Perdagangan Karbon Kehutanan

Rabu, 7 Mei 2025 94

Kukar Gagas Ekonomi Hijau Lewat Perdagangan Karbon Kehutanan

Kukar Gagas Ekonomi Hijau Lewat Perdagangan Karbon Kehutanan

Penulis: Jati | Editor: Zqr

TENGGARONG – Langkah progresif diambil Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui penandatanganan kerja sama dengan PT Tirta Carbon Indonesia untuk perdagangan karbon di sektor kehutanan. Penandatanganan ini dilakukan oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, dan Direktur Utama PT Tirta Carbon Indonesia, Wisnu Tjandra, Selasa (7/5/2025) di Pendopo Odah Etam Tenggarong.

 

Program ini menyasar kawasan gambut seluas 110.094 hektare yang tersebar di lima kecamatan di Kukar. Kolaborasi ini dinilai strategis karena menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus mendorong nilai ekonomi baru berbasis konservasi alam.

 

“Melalui skema perdagangan karbon, kita ingin lahan gambut tidak hanya dilindungi tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Ini langkah nyata menuju ekonomi hijau,” tegas Edi.

 

Ia menjelaskan bahwa Kukar telah lama memiliki komitmen dalam pelestarian lahan basah, termasuk melalui Perda Nomor 18 Tahun 2016 dan Perbup Nomor 17 Tahun 2025. Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Kukar dalam pengurangan emisi karbon nasional.

 

Sementara itu, Wisnu Tjandra mengatakan bahwa Kukar adalah salah satu kabupaten yang secara serius membangun kerangka kebijakan lingkungan yang komprehensif. Ia berkomitmen menjaga integritas program dan melibatkan masyarakat dalam proses restorasi dan konservasi lahan gambut.

 

Dalam sambutannya, Edi juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia meminta camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat untuk aktif mengawal implementasi program agar manfaatnya dirasakan luas.

 

“Kita tidak bisa kerja sendiri. Diperlukan sinergi semua pihak agar kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas saja, tapi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem,” pungkasnya.