Menu

Kominfo Kukar Libatkan Komunitas Perkuat Komunikasi Dua Arah

Senin, 21 April 2025 120

Kominfo Kukar Libatkan Komunitas Perkuat Komunikasi Dua Arah

Kominfo Kukar Libatkan Komunitas Perkuat Komunikasi Dua Arah

Penulis: Jati | Editor: Zqr

TENGGARONG — Untuk memperkuat sistem komunikasi publik yang partisipatif, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara melibatkan komunitas lokal sebagai mitra aktif. Plt Kadis Kominfo Kukar, Solihin, menegaskan bahwa pembangunan harus dikawal oleh komunikasi dua arah.

 

“Kita tidak bisa terus menyampaikan tanpa mendengar. Warga perlu ruang untuk menyampaikan pendapat, dan kita wajib merespons,” ujarnya.

 

Program ini diawali dengan pelibatan 25 komunitas dari 10 kecamatan yang sudah menjalankan agenda dialog warga, pelatihan konten, dan kampanye lokal.

 

Salah satu komunitas, Info Desa Saliki, bahkan telah membuat kanal YouTube desa dan berhasil menjangkau lebih dari 2.000 warga per konten. Komunitas ini juga menjadi penghubung antara perangkat desa dan warga dalam menyampaikan isu publik.

 

Solihin menjelaskan bahwa pemerintah akan membentuk Jaringan Komunitas Informasi Warga (JKIW) di setiap kecamatan. Jaringan ini akan difasilitasi perangkat, pelatihan, dan anggaran khusus dari APBD Kukar.

 

“Jangan sampai komunikasi publik hanya bergantung pada OPD. Warga juga bisa jadi penyampai informasi yang kredibel,” tambahnya.

 

Diskominfo juga akan meluncurkan situs Kominfo Berbasis Komunitas (KBC) yang akan menampilkan berita dari warga, galeri kegiatan desa, dan forum aduan daring.

 

“Kita ingin semua terhubung. Informasi dari warga bisa langsung ditindaklanjuti OPD terkait,” kata Solihin.

 

Ia menegaskan bahwa komunikasi yang melibatkan komunitas akan membentuk rasa memiliki terhadap kebijakan daerah.

 

“Kalau warga merasa didengar dan dilibatkan, maka program apa pun akan lebih mudah diterima,” tuturnya.

 

Solihin berharap langkah ini bisa menjadi model nasional komunikasi pembangunan berbasis komunitas.

 

“Kukar harus jadi pelopor komunikasi yang hidup dan menyentuh,” pungkasnya.