Menu

Petani Muda Loa Raya Didorong Jadi Motor Pertanian Mandiri

Selasa, 15 April 2025 121

Petani Muda Loa Raya Didorong Jadi Motor Pertanian Mandiri

Petani Muda Loa Raya Didorong Jadi Motor Pertanian Mandiri

Penulis: Jati | Editor: Zqr

TENGGARONG — Pemerintah Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus memperkuat program regenerasi petani dengan memberi dukungan penuh kepada petani milenial. Saat ini, sebanyak 25 petani muda tengah dibina untuk mengembangkan pertanian yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

 

Kepala Desa Martin menyebut bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar, namun minimnya keterlibatan generasi muda bisa menjadi ancaman dalam jangka panjang.

 

“Kalau anak-anak muda tidak tertarik bertani, siapa yang akan lanjutkan ke depan? Ini yang kita antisipasi sejak dini,” ujar Martin.

 

Program ini dimulai pada 2022 dengan memberikan bantuan alat seperti traktor mini, bibit hortikultura, dan pupuk kepada para petani muda. Tidak hanya itu, pelatihan teknis dan manajemen usaha tani juga dilakukan secara berkala.

 

“Kita ajak mereka bertani dengan cara modern. Pakai alat, pakai aplikasi, dan bisa hitung untung-rugi secara rinci,” tambahnya.

 

Namun, masalah klasik seperti kurangnya infrastruktur irigasi masih menjadi hambatan besar. Martin menjelaskan bahwa sebagian besar lahan pertanian di Loa Raya masih bergantung pada hujan.

 

“Sistemnya masih tadah hujan. Kalau kemarau, kering. Kalau hujan deras, malah banjir,” katanya.

 

Untuk menjawab itu, pemerintah desa telah mengajukan proposal ke Dinas PU Kukar agar saluran irigasi bisa dibangun. Selain itu, pengadaan alsintan tambahan seperti mesin panen dan perontok padi juga diusulkan ke Dinas Pertanian.

 

Tak hanya itu, Pemdes juga mengembangkan program pemasaran digital bagi petani muda. Mereka dilatih menggunakan media sosial dan aplikasi e-commerce untuk menjual hasil panen secara langsung ke konsumen.

 

“Harus bisa jual sendiri. Jangan nunggu tengkulak datang. Ini zaman digital,” kata Martin.

 

Dengan strategi ini, Martin optimistis petani muda di Loa Raya akan menjadi tulang punggung ekonomi desa di masa depan.

 

“Mereka adalah harapan. Kita siapkan semua agar bisa mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.