Menu

Lahan Bekas Tambang di Loa Raya Disiapkan Jadi Sentra Peternakan Modern

Senin, 21 April 2025 105

Lahan Bekas Tambang di Loa Raya Disiapkan Jadi Sentra Peternakan Modern

Lahan Bekas Tambang di Loa Raya Disiapkan Jadi Sentra Peternakan Modern

Penulis: Jati | Editor: Zqr

TENGGARONG — Pemerintah Desa Loa Raya tengah menyiapkan pengembangan kawasan peternakan modern di lahan bekas tambang. Program ini akan dijalankan melalui kemitraan dengan investor dari Malaysia dan pengelolaan teknis oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

 

Kepala Desa Martin menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk diversifikasi ekonomi desa yang selama ini terlalu bergantung pada sektor pertanian. “Kami ingin membuka peluang baru bagi warga, terutama yang belum terserap di sektor pertanian,” ujarnya.

 

Rencana pengembangan difokuskan pada peternakan ayam pedaging dan petelur. Pembangunan fasilitas awal seperti kandang dan gudang pakan dijadwalkan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri tahun ini.

 

Martin mengatakan, pihak investor akan menangani sisi teknis produksi, sementara BUMDes akan mengelola manajemen lokal serta memberdayakan masyarakat.

 

“Kami tidak hanya ingin jadi penonton. Kami ingin desa ini benar-benar aktif mengelola,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa proyek ini juga akan membuka lapangan kerja baru, terutama untuk anak muda desa yang selama ini belum memiliki pekerjaan tetap. Selain itu, pelatihan akan diberikan agar warga bisa ikut berperan dalam seluruh proses produksi.

 

“Kami siapkan pelatihan dasar soal manajemen kandang dan pemasaran. Harapannya, warga bisa mandiri setelah proyek berjalan,” kata Martin.

 

Pemanfaatan lahan eks tambang juga menjadi bentuk pengelolaan lingkungan yang produktif. Martin berharap desa lain bisa meniru langkah ini.

 

“Daripada jadi lahan tidur, lebih baik kami ubah jadi kawasan ekonomi desa,” tegasnya.

 

Jika proyek ini berjalan lancar, Pemdes Loa Raya berencana menambah unit usaha lain seperti pengolahan pakan dan pemasaran produk ternak.

 

“Kami ingin BUMDes jadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang profesional,” pungkasnya.