Menu

Loa Raya Bangun Jalan dan Irigasi Lewat Dana Rp27 Miliar Demi Dorong Ekonomi Warga

Senin, 14 April 2025 129

Loa Raya Bangun Jalan dan Irigasi Lewat Dana Rp27 Miliar Demi Dorong Ekonomi Warga

Loa Raya Bangun Jalan dan Irigasi Lewat Dana Rp27 Miliar Demi Dorong Ekonomi Warga

Penulis: Jati | Editor: Zqr

TENGGARONG — Pemerintah Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, tengah mengoptimalkan anggaran sebesar Rp27 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar. Dana tersebut bersumber dari berbagai program pembangunan tahun 2024 yang diarahkan pada peningkatan fasilitas umum, terutama akses jalan dan saluran irigasi.

 

Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyebut bahwa pembangunan infrastruktur ini menjadi prioritas karena selama ini banyak wilayah desa masih sulit dijangkau saat musim hujan. Akibatnya, aktivitas pertanian dan mobilitas warga terganggu.

 

“Kami banyak menerima laporan dari warga soal jalan yang rusak dan sulit dilalui saat hujan. Ini sangat menghambat distribusi hasil panen,” jelas Martin.

 

Selain jalan, program pembangunan juga menyasar saluran irigasi yang sangat dibutuhkan oleh petani. Selama ini, sebagian besar petani hanya bergantung pada curah hujan untuk mengairi lahan mereka.

 

“Kita ingin petani bisa mengatur waktu tanam dengan lebih fleksibel. Maka irigasi permanen jadi solusi,” ujarnya.

 

Proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan meliputi pembangunan jalan produksi, peningkatan saluran air, dan penguatan tanggul sawah. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat desa agar berjalan transparan dan partisipatif.

 

Martin juga memastikan bahwa pemanfaatan dana dilakukan secara akuntabel. Pemerintah desa menggandeng Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan pendamping desa untuk mengawasi jalannya pelaksanaan proyek.

 

“Kami ingin semua pihak merasa ikut memiliki. Kalau warga terlibat, hasilnya pasti lebih baik dan bertahan lama,” kata Martin.

 

Ia berharap infrastruktur yang dibangun bisa berdampak jangka panjang, terutama dalam menunjang sektor pertanian dan perekonomian desa.

 

“Kami ingin menciptakan desa yang maju, mandiri, dan tidak bergantung terus pada bantuan luar. Investasi utama kami adalah di infrastruktur,” pungkasnya.