Menu

Loa Janan Dorong Petani Memasarkan Hasil Panen Secara Mandiri

Kamis, 10 April 2025 129

Loa Janan Dorong Petani Memasarkan Hasil Panen Secara Mandiri

Loa Janan Dorong Petani Memasarkan Hasil Panen Secara Mandiri

Penulis: Jati | Editor: Zqr

 

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Loa Janan semakin gencar mendorong petani untuk memasarkan hasil panen mereka secara langsung tanpa melalui tengkulak. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa petani mendapatkan keuntungan yang lebih adil dari hasil kerja keras mereka.

 

Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mengungkapkan bahwa selama ini petani kecil sering menghadapi tantangan berupa harga jual yang tidak stabil karena dipengaruhi oleh permainan harga tengkulak. Oleh karena itu, pemerintah kini berupaya mencari solusi agar petani bisa menjual hasil panennya langsung ke konsumen.

 

"Kami ingin membantu petani mendapatkan harga yang layak. Saat ini, kami sedang menjajaki model distribusi yang lebih efektif, termasuk melalui kerja sama dengan koperasi dan pemanfaatan platform digital," ujar Hery.

 

Salah satu strategi yang sedang dikembangkan adalah memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk memperluas akses pasar bagi petani lokal. Dengan begitu, mereka tidak lagi bergantung pada perantara yang sering menetapkan harga beli terlalu rendah.

 

Selain pemasaran digital, pemerintah juga mendorong pembentukan koperasi tani yang dapat berperan sebagai penyalur hasil panen langsung ke pasar tradisional maupun konsumen. Model ini diharapkan dapat memberikan stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

 

"Kami juga akan mengadakan pelatihan bagi petani tentang strategi pemasaran modern agar mereka bisa menjual hasil pertanian dengan lebih efektif," tambah Hery.

 

Dengan adanya dukungan dari pemerintah, diharapkan para petani di Loa Janan bisa lebih mandiri dalam menjual produk mereka. Pemerintah Kecamatan Loa Janan berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar hasil panen petani dapat dihargai lebih baik dan tidak lagi bergantung pada sistem distribusi yang merugikan.