Menu

Upaya Kecamatan Loa Janan Bersama DPRD Kukar Atasi Longsor di Desa Batuah

Senin, 7 April 2025 166

Upaya Kecamatan Loa Janan Bersama DPRD Kukar Atasi Longsor di Desa Batuah

Upaya Kecamatan Loa Janan Bersama DPRD Kukar Atasi Longsor di Desa Batuah

Penulis: Jati | Editor: Zqr

 

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Loa Janan tengah berupaya mencari solusi atas bencana longsor yang terjadi di kilometer 19, Desa Batuah. Salah satu langkah yang tengah ditempuh adalah mengusulkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kutai Kartanegara melalui Komisi II untuk membahas penyebab dan langkah penanganan bencana tersebut.

 

Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, menegaskan bahwa koordinasi dengan DPRD sangat penting untuk menemukan solusi yang tepat. “Kami berharap melalui forum ini, kita bisa merumuskan kebijakan yang tidak hanya bersifat reaktif tetapi juga preventif, agar kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya.

 

Hery menjelaskan bahwa RDP akan melibatkan berbagai pihak, termasuk warga terdampak, perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, serta instansi teknis yang berkaitan dengan penanganan bencana. Ia menambahkan bahwa bencana longsor tidak bisa hanya disalahkan pada satu faktor, melainkan perlu kajian mendalam dari berbagai aspek.

 

Menurutnya, longsor di wilayah ini sering terjadi akibat curah hujan tinggi serta aktivitas pertambangan yang turut mempengaruhi kestabilan tanah. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret dalam mengatasi permasalahan ini, baik melalui pengawasan yang lebih ketat terhadap izin tambang maupun pembangunan infrastruktur penunjang seperti tanggul dan sistem drainase yang lebih baik.

 

“Kami ingin agar penanganan ini tidak hanya sebatas tindakan darurat setiap kali longsor terjadi, tetapi ada kebijakan jangka panjang yang benar-benar bisa melindungi masyarakat,” ujarnya.

 

Hery juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar tempat tinggal mereka. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama dalam upaya mitigasi bencana yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan.