Menu

Langkah Nyata Hidupkan Wisata Sejarah , Camat Sanga Sanga Inisiasi Revitalisasi Gedung Juang

Rabu, 2 April 2025 123

Langkah Nyata Hidupkan Wisata Sejarah , Camat Sanga Sanga Inisiasi Revitalisasi Gedung Juang

Gedung Juang Sanga Sanga, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Kini Diusulkan Untuk Direvitalisasi Demi Menjaga Nilai Sejarah Dan Warisan Budaya Lokal

Penulis: Jati | Editor: Zqr

 

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Sangasanga kembali mendesak agar Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) segera merevitalisasi Gedung Juang Sangasanga yang kondisinya kian memprihatinkan. Camat Sangasanga, Dachri, mengungkapkan bahwa bangunan bersejarah ini memiliki nilai penting dalam sejarah perjuangan Kalimantan Timur, tetapi saat ini terlihat kurang terawat.

 

“Kami sangat prihatin melihat kondisi Gedung Juang yang semakin rusak dan minim perhatian. Padahal, tempat ini memiliki nilai sejarah tinggi dan bisa menjadi daya tarik wisata,” ujar Dachri.

 

Menurutnya, beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, seperti dinding yang mulai retak, atap bocor, serta cat yang mengelupas. Selain itu, area sekitar gedung juga terlihat kurang bersih sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung.

 

Dachri menyebut pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Pemkab Kukar agar revitalisasi gedung ini dapat segera direalisasikan. Namun, hingga kini belum ada kepastian terkait alokasi anggaran untuk proyek tersebut.

 

“Kami telah berkomunikasi dengan instansi terkait, tetapi karena anggaran yang terbatas, belum ada kepastian kapan revitalisasi ini bisa dilakukan,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa selain perbaikan fisik bangunan, pemerintah kecamatan juga mengusulkan penambahan fasilitas pendukung seperti pusat informasi sejarah dan jalur wisata yang lebih tertata. Harapannya, Gedung Juang Sangasanga bisa menjadi destinasi edukasi sejarah yang lebih menarik.

 

“Jika dikelola dengan baik, gedung ini bisa menjadi pusat edukasi sejarah bagi masyarakat dan pelajar,” kata Dachri.

 

Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan melestarikan situs sejarah yang ada. Menurutnya, pelestarian warisan budaya tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan warga setempat.

 

“Kami berharap semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, bisa bersama-sama menjaga warisan sejarah ini agar tetap lestari,” pungkasnya.