Menu

Musyawarah Nasional (MUNAS) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Menetapkan Rusdi Divianto Sebagai Ketua DPD Kaltim Periode 2024-2029

Rabu, 1 Mei 2024 26

Musyawarah Nasional (MUNAS) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Menetapkan Rusdi Divianto Sebagai Ketua DPD Kaltim Periode 2024-2029

(APJII) Kaltim Gelar Munas Di Jakarta

Penulis: hrs | Editor: hks

Musyawarah Nasional (MUNAS) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Kalimantan Timur periode 2024-2029 pada Rabu (01/05/2024) bertempat di Hotel Bidakara menetapkan Rusdi Doviyanto sebagai Ketua secara aklamasi.

Gelaran Munas DPD APJI Kalimantan Timur bertujuan menyelaraskan langkah arahan dalam percepatan pengembangan organisasi agar program kerja dapat berjalan dan dikembangkan dengan memilih Ketua sebagai pemimpin. Memilih Ketua tidaklah mudah, mencari sosok pemimpin dengan harapan yang besar bahwa DPD APJI Kalimantan Timur tertinggal jauh dengan DPD-DPD yang lain disampaikan oleh Ketua Umum DPP APJI, Rahayu Setiowati. Program kerja yang sudah ditetapkan hendaknya dijalankan, diselaraskan dan dikembangkan oleh DPP, DPD dan DPC bahkan dengan berkolaborasi diperbolehkan, tambah Rahayu Setiowati yang akrab di sapa Ayu.

“Sehingga dalam perjalanannya anggota APJI baik di DPP, DPD maupun di DPC harus mengerti mengenai organisasi, hal tersebut penting karena pengusaha-pengusaha yang tergabung dalam APJI dapat membina para pelaku UMKM,” ungkap Rahayu Setiowati. Kepengurusan haruslah seorang pengusaha, karena mereka akan membawa, membina dan menghantarkan pelaku UMKM untuk naik kelas agar dapat mandiri dan beregenerasi kembali atau berkelanjutan. Kalimantan Timur terbagi menjadi 10 wilayah administratif, yang terdiri dari 7 kabupaten dan 3 kota. “Saat pelantikan Ketua DPD Kalimantan Timur terpilih berlangsung, menjadi komitmen Ketua dalam membentuk DPC dan menjadi amanah organisasi,

“Saya yakin, Ketua baru terpilih bisa kejar tayang sehingga DPD APJI Kalteng dapat menata diri kedepan bahwa anggota APJI dapat tersertifikasi dan teregristrasi pengusahanya ,” pungkas Rahayu Setiowati. Senada dengan Ketua Umum DPP APJI, Sekretaris Jenderal DPP APJI, Siti Radarwati mengatakan betul yang disampikan oleh Ibu Ketua Umum bahwa memilih Ketua itu tidak mudah meskipun Sumber Daya Manusia di Kaltim memiliki potensi untuk memimpin.

Alhamdulillah pengurus berpotensi untuk memajukan DPD APJI Kaltim, hingga terselenggaranya pemilihan Ketua baru pengurus bekerja sesuai arahan dan dapat “ON” lagi, tambah Siti. Ketua terpilih, Fayola Athalia telah membentuk kepengurusan DPD APJI Kaltim ternyata tidak jauh berbeda saat kepengurusan sebelumnya, menjadi harapan besar buat Ketua baru agar dapat memberi arahan dalam bekerja sehingga fungsi organisasi dapat berjalan dan membuat percepatan prioritas dengan membentuk DPC sepanjang waktu masa jabatannya.

Selain itu, lanjut Siti Radarwati, perjalanan Ketua DPD APJI Kaltim dapat menterjemahkan apa yang sudah menjadi misi dari APJI diantaranya meningkatkan profesionalisme dalam menyajikan mutu produk dan layanan yang berestetika sehingga dapat memenuhi standar gizi dan kesehatan. Pengusaha jasaboga pun harus ditingkatkan pengetahuan manajemen usaha yang harus dikembangkan baik secara teknik dan metode yang mutakhir sehingga mempunyai daya saing. “Dalam misi APJI, Ketua juga hendaknya dapat memberi arahan guna memperluas akses pemasaran, permodalan dan dukungan pemerintah juga stake holder agar anggota dapat merasakan kemanfaatan dalam berorganisasi,” pungkas Siti Radarwati.

Dilokasi yang sama Ketua DPD APJI Kaltim, Rusdi Doviyanto mengatakan bahwa prospek jasaboga kedepan akan lebih bagus, karena kuliner menjadi kebutuhan semua orang. “Setiap kita bepergian kemana pun, pasti yang menjadi tujuan utama keberadaan kuliner yang dicari,” ujar Rusdi Doviyanto.

Dalam angan-angan yang nantinya menjadi program yakni Dewan Perwakilan Cabang harus terbentuk secara otomatis Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia di Kalimantan Tengah akan berkembang lebih cepat, tambah Rusdi Doviyanto. Potensi diwilayah DPC dapat dibuat jaringan sebagai ekosistem dalam mengembangkan usaha jasaboga, sehingga secara otomatis juga akan memudahkan anggota dalam berproduksi dan memasarkan produknya.

Bahkan potensi permodalan juga akan didapat dari wilayah DPC tersebut dari jaringan yang sudah menjadi ekosistem guna memperoleh pendanaan, tentunya arah kemakmuran dapat dirasakan oleh anggota meskipun dalam ukuran yang berbeda. APJI sendiri kan suatu wadah berkumpulnya para pengusaha pengelola jasa boga yang berkualitas dan berkompeten, selain itu kesibukan anggota dalam bekerja diantaranya melestarikan makanan Indonesia yang sudah menjadi bagian dari budaya.

“Saya juga menyadari bahwa baik pengurus maupun anggota adalah para pengusaha jasaboga, yang membedakan dalam bekerja di organisasi adalah bukan bekerja untuk diri sendiri kesibukannya, tapi bekerja untuk organisasi. Karena kalo bekerja untuk kesibukan diri sendiri buat apa masuk organisasi,” pungkas Rusdi Doviyanto.